Kamis, 30 Maret 2017

PENTINGNYA BERMAIN BAGI ANAK

ilustrasi dari:http://blogs.orlandosentinel.com
Bermain konstruktif ditandai dengan
membangun atau menciptakan sesuatu. Mainan
jenis ini adalah teka-teki sederhana, bangunan
blok, kegiatan kerajinan sederhana, dan
boneka. Biasanya 4 atau 5 tahun anak-anak
berusia menikmati jenis permainan, dan akan
menjadi hal yang menyenangkan di dalam
kelas pertama dan kedua pendidikan anak usia
dini di Indonesia.
Tangan dan jari-jari merupakan alat terbaik
untuk menuangkan seni pertamanya. Mereka
sangat antusias untuk menggunakan kuas cat
tebal, potongan spons, krayon lilin, spidol dan
kapur. Hal ini juga disarankan agar
menghindari hal yang terburu-buru, seperti
mengintruksikan seorang anak untuk membuat
sesuatu yang khusus. Membiarkan mereka
melakukan apa yang mereka inginkan dan
mendorong pengambilan keputusan individual.
Balita juga menikmati bermain adonan atau
platisin karena mereka bisa mendapatkan
tangan dan jari untuk menusuk, rolling, dan
membentuk. Jenis permainan ini akan
mengembangkan kemampuan berpikir,
penalaran, pemecahan masalah, dan kreativitas.
Permainan memungkinkan anak-anak untuk
mengekspresikan diri mereka terhadap
peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka.
Biasanya seorang anak akan mengubah diri
atau mengekspresikan diri ke dalam benda
bermain atau sesuatu yang lain.
Jenis permainan sangat populer dengan anak-
anak usia TK dan cenderung memudar saat
mereka memasuki sekolah dasar. Membantu
emosi anak dalam bermain, akan membantu
proses dalam hidup mereka pada masa
perkembangan awal dalam kaitanya dengan
keterampilan sosial, belajar nilai-nilai,
keterampilan bahasa, dan mengembangkan
imajinasi mereka. Keterampilan teater juga
penting untuk dikembangkan dengan upaya-
upaya untuk mendorong anak-anak agar mudah
mengekpresikan dirinya.
Permainan yang memiliki struktur tertentu atau
aturan tidak menjadi dominan sampai anak-
anak mulai memasuki sekolah dasar. Papan
permainan, permainan kartu sederhana,
permainan bola atau permainan lompat yang
memiliki aturan khusus akan mengajarkan
kerjasama anak-anak, saling pengertian, dan
berpikir logis.
Taman bermain bisa berubah menjadi
pengalaman belajar bagi anak. Meskipun taman
bermain tradisional memiliki unsur-unsur
tertentu, atau elemen-elemen yang dapat
menimbulkan suatu tidak aman untuk anak
Anda, misalnya jika peralatan bermain tidak
benar-benar diawasi atau dibangun dari bahan
yang tidak aman bagi anak. Untuk menyediakan
lingkungan yang aman adalah penting yang
memungkinkan aktivitas motorik kasar
dilakukan oleh anak-anak, sehingga
membutuhkan pertimbangan dan pengetahuan
khusus pada saat pembuatan peralatan
bermain.


Ditulis kembali oleh "Saung Belajar Kreatif

Hasil Karya Saung Belajar Kreatif

Beberapa hasil Karya anak - anak Saung Belajar Kreatif seperti : Tempat Pensil berdiri dari
bahan bekas (bahan limbah ), Tempat Serba guna
dari bahan limbah dan biji- bijian, celengan pasir,
celengan Lukisan,Bingkai Foto dari Limbah dan biji
- bijian, Korek gas cat gaul, Asbak dari gypsum,
gantungan kunci dari fiber dan cat tibul, kado ulang

Rabu, 29 Maret 2017

Mengubah TPS Jadi Lingkungan Kreatif

LOKASI Saung Kreatif Walantaka yang berdiri persis disamping kantor Kelurahan Pipitan dan Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Walantaka, Kota Serang sebelumnya merupakan Tempat Pembuangan Sampah sementara (TPS) masyarakat Pipitan. Padahal, melihat kondisi lingkungan tersebut tidak terlihat kalau di lokasi tersebut bekas TPS. Hal itu dikarenakan kondisi lingkungan yang terlihat rapi, bersih dan juga teduh dengan banyaknya pepohonan dan penempatan benda-benda seni di beberapa sudut lingkungan tersebut.
Pendiri sekaligus pemilik Saung Kreatif, Akhyadi mengatakan, awal tinggal di Pipitan dia merasa prihatin melihat lahan kosong yang berada persis di depan rumahnya dan bersebelahan dengan Kantor Kelurahan tersebut. Lahan tersebut hanya digunakan sebagai TPS. Padahal kata dia, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dan menjadikan lingkungan lebih rapi dan indah.
   "Atas dasar niat ingin memberikan manfaat bagi lingkungan, saya berdiskusi dengan masyarakat sekitar dan meminta tanggapan mereka terkait rencana mengubah lokasi TPS menjadi lingkungan kreatif. Alhamdulillah semua masyarakat mendukung termasuk pihak kelurahan, secara kebetulan lahan tersebut merupakan lahan milik Pemkot Serang " katanya, Jum'at (4/12/2015)
   Kasi Pemerintahan Kelurahan Pipitan Burdan, membenarkan kalau lahan yang di gunakan oleh Saung Kreatif sebelumnya merupakan TPS. Setelah Saung Kreatif berdiri atas persetujuan semua pihak, TPS tersebut kemudian di pindahkan ke sebelah barat kelurahan " Kami berharap Saung Kreatif di kelurahan Pipitan kedepannya lebih maju dan berkembang sehingga dapat lebih banyak mempekerjakan masyarakat sekitar " tuturnya.
   Menurut Yadi, Saung Kreatif kini dikenal sebagai tempat Industri Kreatif Masyarakat (IKM) Walantaka dan sering di jadikan lokasi kunjungan bagi para pelajar mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. Para pelajar tersebut datang untuk melihat-lihat produk yang diproduksi Saung Kreatif ataupun untuk belajar secara langsung proses pembuatan benda-benda kreatif kepada pengelolanya. Seperti belajar membuat kerajinan ataupun belajar menggambar. Bahkan, kata Yadi, beberapa kali Saung yang dikelolanya di kunjungi Mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi di Banten untuk melakukan penelitian ya

PENTINGNYA BERMAIN BAGI ANAK

ilustrasi dari:http://blogs.orlandosentinel.com Bermain konstruktif ditandai dengan membangun atau menciptakan sesuatu. Mainan jenis in...